Produk
Pasta Gigi
Pepsodent
& Ciptadent
Di
Susun Oleh :
Nama
: Mutiara Yuang Triani
Kelas
: 1EB18
NPM
: 25212189
Universitas
Gunadarma Kalimalang
2013
Pasar global dan persaingan usaha yang semakin kompetitif
tersebut membawa dampak yang besar dalam hubungan antara perusahaan dengan
pelanggannya. Sebagai contoh, tuntutan konsumen makin besar, mereka tidak lagi
sekedar menginginkan produk atau jasa yang berkualitas dengan harga murah
tetapi juga sangat mengharapkan kecepatan penyampaian, fleksibilitas, dan
layanan pelanggan (customer service) yang unggul. Dalam membeli suatu produk,
pelanggan selalu berupaya memaksimalkan nilai (value) yang dirasakan di saat
dia menghadapi berbagai macam pilihan produk, merek, harga dan penjual. Konsumen
akan memilih penawaran yang memberikan nilai (customer delivered value)
tertinggi dengan cost yang rendah yang tentunya ada realitas kendala berupa
biaya informasi, terbatasnya pengetahuan, mobilitas dan pendapatan.
Konsumen membeli barang dan
jasa adalah untuk memuaskan berbagai keinginannya, oleh karena itu penting bagi
perusahaan untuk mempelajari bagaimana perilaku konsumen tersebut dalam
pengambilan keputusan belinya. Keinginan manusia yang beraneka ragam, akan
menimbulkan berbagai macam perilaku untuk memenuhinya. Dalam keperluan untuk
menjaga kesehatan gigi diperlukan berbagai macam produk kesehatan antara lain
sikat gigi, obat kumur dan pasta gigi.. Dari banyaknya merk pasta gigi yang
beredar di masyarakat yang berkeinginan untuk dibeli antara lain Close up,
Ciptadent, Formula, Siwak F, Enzim, Ritadent, dan Pepsodent. Dari sekian
banyaknya merk pasta gigi tersebut di atas, saya mengambil persaingan antara
pasta gigi Pepsodent dan Ciptadent.
Pasta gigi merupakan kebutuhan
penting bagi tiap individu di segala segmen dan demografi, maksud segmen
demografi ialah dapat dilihat dari umur, jenis kelamin, pendapatan, kebangsaan,
agama dan tingkat pendidikan sehingga produksi produk tersebut sangat tinggi
setiap hari seiring dengan tingginya permintaan. Kriteria produk pasta gigi
yang diinginkan konsumen diantaranya mengandung kandungan fluoride yang cukup,
memiliki rasa segar, ekonomis, praktis, terkemas dengan baik dan menarik.
Produk Dental diproduksi untuk perawatan gigi dengan beberapa merek Pepsodent, Close Up, Sparkle dan lain-lain.
Ketatnya persaingan antara
masing-masing perusahaan pasta gigi dapat dilihat dari kegiatan promosi yang
dilakukannya. Promosi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan antara lain
melalui media elektronik seperti televisi dan radio atau media cetak seperti
koran, tabloid, dan majalah. Promosi yang dirasakan paling menarik adalah iklan
yang ditayangkan melalui televisi karena pemirsa bisa melihat gambar, suara,
gerak,dan produk yang dipromosikan, disamping itu promosi melalui iklan di
televisi mampu menjangkau masyarakat luas sampai ke daerah pelosok, sekalipun
bagi yang menyaksikannya. Masing-masing perusahaan memperlihatkan keunggulan
masing-masing, sehinga bisa menarik konsumen sebanyak-banyaknya. Perilaku
konsumenlah yang akan menyeleksi apakah produk disukai atau tidak. Dan disini
lah dapat dilihat suatu Proses Keputusan Pembeli, yaitu Pengenalan masalah,
Pencarian informasi, Mengevaluasi alternatif, Keputusan pembelian, Evaluasi
pasca pembelian, Setelah membeli produk konsumen akan melalukan evaluasi,
sesuai harapan/ tidak dan Terjadi kepuasaan/ ketidakpuasan.
Penggolongan Produk terbagi menjadi
dua jenis, yaitu Produk Konsumen dan Produk Industri. Apakah perbedaan
keduanya? Produk Konsumen adalah produk yang dibeli oleh konsumen akhir dimana
biasanya digolongkan menurut kebiasaan belanja konsumen. Produk Konsumen ini
digolongkan menjadi 3 macam yaitu Produk kebutuhan srehari-hari (Shampo, Sabun,
Pasta gigi, Kebutuhan dapur dan lain-lain), Produk belanja ( sayuran ) dan
Produk yang tidak di cari ( baju, air mineral dll). Sedangkan Produk Industri
adalah Produk yang digunakan melalui pemrosesan yang lebih jauh sehingga dapat
diinginkan untuk melalukan bisnis (bahan/suku cadang atau barang modal) Di
lihat dari penggolongannya, pembahasannya yang saya akan bahas masuk kedalam
Produk Konsumen, Produk kebutuhan sehari-hari
yaitu Pasta Gigi Pepsodent dan Pasta Gigi Ciptadent.
PEPSODENT adalah pasta gigi yang
paling terkenal dan tertua di Indonesia, sejak awal keberadaannya selalu
memberikan lebih dari sekedar kemanjuran dasar. Pepsodent adalah pasta gigi
pertama di Indonesia yang kembali meluncurkan pasta gigi berflorida pada tahun
1980-an dan satu-satunya pasta gigi di Indonesia yang secara aktif mendidik dan
mempromosikan kebiasaan menyikat gigi secara benar melalui program sekolah dan
layanan pemeriksaan gigi gratis. Sejak itu Pepsodent telah melengkapi jajaran
produknya mulai dari pembersihan dasar hingga pasta gigi dengan manfaat
lengkap.
Faktor
Pendukung Penjualan Pepsodent
Saat ini pasta gigi yang beredar adalah pepsodent, ritadent,
ciptadent, close up, smile up, formula, maxim dan lain-lain. Semakin
banyak jenisnya menggambarkan semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis.
Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mendukung pasta gigi Pepsodent
sehingga dapat diterima di masyarakat kota hingga daerah terpencil:
1.
Memberikan nilai tambahan dan inovasi
Pada awal tahun 80an Pepsodent hanya
berorientasi pada gigi lebih putih dan sehat. Namun belakangan ini Pepsodent
memberikan nilai lebih sebagai penguat gigi. Nilai-nilai tambahan juga bisa
kita temukan dalam peningkatan produk yang dilakukan pepsodent.
Pepsodent juga terus melakukan inovasi dalam kemasan, rasa, warna, bentuk,
ukuran dan merancang produknya sesuai dengan segmentasi pasarnya yakni dewasa
dan anak-anak. Kemasan Pepsodent dibuat dari plastik lentur dan tutup yang
lebih adaptif setelah sebelumnya dari aluminium dan tutup lepas. Rasanya dibagi
sesuai dengan cita rasa buah-buahan atau rasa mint. Selain itu warnanya
disesuaikan dengan warna-warna trendi, yakni putih dan hijau baik isi maupun
kemasannya. Ukurannya diatur dari kecil, sedang, hingga besar. Sehingga praktis
mempengaruhi harga.
2.
Menjalankan Produk yang Berkembang
Pepsodent dikenal sebagai pasta gigi
yang membuat gigi lebih putih lalu berkembang untuk menguatkan gigi. Setelah
itu, kemudian dilengkapi dengan baking soda, setelah sebelumnya sukses dengan
Pepsodent Zinc zitrate dan Triclosant. Beberapa tahun sebelum sukses dengan
nilai tambahan tersebut, telah sukses dengan Fluoride dan Kalsium.
3. Brand
Awarnes
Pepsodent melakukan promosi dengan
berbagai cara yaitu lewat televisi, membuat acara-acara bertema pepsodent,
bakti sosial yang bertujuan memasyarakatkan pepsodent dan sebagainya.
Promosi-promosi ini mampu menanamkan kepada konsumen bahwa pepsodent merupakan
pasta gigi yang bisa dipercaya.
4.
Kualitas Terjaga
Pepsodent telah memenuhi standar
kesehatan karena terdapat label halal pada kemasannya. Jadi masyarakat yakin
akan produk ini tidak membahayakan kesehatan dapat digunakan oleh semua
kalangan masyarakat. Pada iklan bahwa pepsodent tergabung dalam Ikatan Dokter
Gigi Indonesia, maka bisa disimpulkan kualitas dari pepsodent sangat memuaskan.
Kualitas yang baik akan meningkatkan loyalitas dari konsumen.
Faktor
Penghambat Penjualan Pepsodent
Selain
terdapat faktor pendukung dari pasta gigi Pepsodent terdapat pula faktor
penghambat dari pasta gigi Pepsodent, yaitu dari segi harga pasta gigi
Pepsodent masih agak mahal jika dilihat dari kalangan menengah kebawah. Karena
masih ada produk pasta gigi lainnya yang lebih murah.
Kelebihan dan Kelemahan
Pasta Gigi Pepsodent
A.
Strength/ Kelebihan
·
Brand pepsodent sudah lama
di Indonesia sehingga sebagian besar orang sudah mengetahui kualitas dari
pepsodent. Pepsodent memiliki banyak variasi, mulai dari Pepsodent
untuk anak, whitening, herbal, hingga sensitive expert. Produk pepsodent mudah didapat karena dijual di
supermarket dan minimarket di berbagai kota di Indonesia.
·
Harganya pun relatif terjangkau.
·
Pepsodent pun senantiasa
bekerja sama dengan PDGI untuk mempromosikan brandnya.
B. Weakness/ Kelemahan
·
Promosi yang disuguhkan Pepsodent belakangan ini terlalu singkat.
· Iklan Pepsodent secara
bergantian hanya menampilan adegan menyikat gigi ataupun mengetes kekuatan gigi depan westafel
dan cermin. Beberapa konsumen bosan dan tidak dapat
membedakan iklan Pepsodent yang terdiri dari beberapa jenis.
· Untuk iklan Pepsodent
sensitive expert, terkesan meniru brand yang sudah lama mengusung dan mengincar
pasar gigi sensitive.
C.
Opportunities
·
Masih tingginya tingkat penjualan dan loyalitas konsumen terhadap
Pepsodent membuatnya lebih unggul.
· Threats Ada banyaknya pesaing yang
juga mulai berinovasi.
CIPTADENT adalah pasta gigi dengan
Hygie-Lite, Fluoride ganda, dan Kalsium, serta Vitamin E memberikan
perlindungan yang sempurna terhadap gigi Anda. Hygie-Lite menjadikan gigi extra
putih, extra bersih. Fluoride ganda melindungi bagian dalam email gigi dan
bagian luar gusi serta akar gigi. Kalsium menguatkan seluruh bagian gigi hingga
ke akarnya. Mengandung vitamin E memperlancar peredaran darah di gusi.
Faktor
Pendukung Penjualan Ciptadent
Penerapan
strategi brand extention yang dilakukan oleh Ciptadent adalah sewaktu
meluncurkan sikat gigi. Sikat giginya secara tidak langsung akan berhadapan
dengan merek Jordan, Oral-B, Formula, Pepsodent dan sebagainya.
Bagi perusahaan terkait, penggunaan konsep ini dalam peluncuran produk baru jelas mengharapkan merek yang sudah terkenal dapat mendorong penjualan, sehingga konsumen tidak merasa asing lagi dengan produk yang baru ditawarkan tersebut. Pertimbangan lain adalah bahwa perusahaan merasa bisa mendapatkan keuntungan dari adanya ikatan emosional yang telah terbentuk antara merek induk dengan perluasannya sehingga inventasi yang dibutuhkan untuk perluasan merek bisa lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan merek yang baru.
Salah satu
strategi promosi Ciptadent juga dengan memberikan beasiswa kepada pelajar.
Beasiswa ini ditujukan bagi mereka yang masih duduk di bangku SD dan juga SMP.
Ciptadent turut membantu anak bangsa yang kurang mampu untuk menelan pendidikan
di bangku sekolah. Kampanye beasiswa ini mengajak kita untuk menggunakan
Ciptadent dan menyisihkannya untuk beasiswa.
Iklan Ciptadent
Ciptadent baru-baru ini mengubah kemasannya menjadi lebih berkilau dan terkesan
mewah dari sebelumnya. Ciptadent pun mengusung konsep iklan dengan gaya
popular. Menggunakan seorang model cantik yang tampil sangat percaya diri
dengan warna giginya yang putih dan bersih.
Faktor Penghambat Penjualan Ciptadent
Strategi brand
extention juga membawa efek negatif dengan memungkinan suatu merek akan
kehilangan positioning, sehingga ada peluang besar untuk terjadinya Brand
dilution, yakni konsumen tidak lagi memiliki preferensi terhadap produk yang
dimiliki semula atau dalam kata lain produk baru gagal dan mencederai penjualan
yang sudah ada. Di mana ini dapat membuka kesempatan emas bagi pesaing-pesaing
yang tanggap dan lebih inovatif.
Semakin luasnya pangsa pasar industri sikat gigi untuk terus mengembangkan segala aspek yang ditawarkan, tidak cukup dengan meningkatkan kualitas produk saja namun sikat gigi Ciptadent harus mampu memanjakan para konsumennya dengan menciptakan value yang lebih untuk mempertahankan para konsumennya dengan menawarkan kenyamanan dan manfaat yang sesuai dengan keinginan konsumen salah satunya dengan melakukan perluasan merek.
Pada suatu kondisi
dapat saja produk baru yang menggunakan strategi perluasan merek gagal
meningkatkan bahkan mempertahankan citranya. Hal ini disebabkan bahwa dengan
dilakukannya strategi perluasan merek, maka akan muncul persepsi baru mengenai
merek tersebut di benak konsumen. Hal ini menyebabkan strategi ini menjadi bias
dan tidak focus dan produk tersebut kehilangtan positioningnya yang sudah ada,
sehingga terjadi penurunan citra produk. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menganalisis pengaruh Sikap brand extention terhadap Citra Merek Pada
Sikat Gigi Ciptadent.
Kelebihan dan Kelemahan Ciptadent
A. Strength/ Kelebihan
·
Brand Ciptadent kini hadir
dengan kemasan yang mudah di ingat.
·
Harganya pun
relatif terjangkau.
·
Ciptadent pun mulai berinovasi dan memperbanyak promosi di media.
·
Tersedia dalam berbagai kemasan: tube 35g, 80g, 130g, dan 200g.
·
Di samping mengembangkan produk content sebagai bagian Product
Life Cycle strategi, Ciptadent juga terus melakukan inovasi dalam kemasan,
rasa, warna, bentuk, ukuran dan merancang produknya sesuai dengan segmentasi
pasarnyaorang dewasa dan anak-anak.
B. Weakness/ Kelemahan
·
Promosi yang dihadirkan Ciptadent di media televisi tidak sebanyak
iklan Pepsodent.
·
Iklan Ciptadent belum memiliki ciri khusus.
C. Opportunities
Konsumen mulai
beralih karena ketertarikannya terhadap kemasan baru Ciptadent.
Threads . Di bandingkan Pepsodent, Ciptadent lebih lambat dalam mengeluarkan inovasi dan variasi terbarunya.
Threads . Di bandingkan Pepsodent, Ciptadent lebih lambat dalam mengeluarkan inovasi dan variasi terbarunya.
Pengertian Variabel
Yang Akan Digunakan :
1.
Persepsi harga
Persepsi
harga adalah kesesuaian antara harga dengan kualitas produk maupun
perbandingannya dengan pasta gigi Formula. Hasil perbandingan tersebut bisa
dilihat dari harganya yang relatif hampir sama dan komposisi bahan yang dibuat.
2. Persepsi
produk
Persepsi
produk adalah persepsi yang diberikan oleh konsumen mengenai karakteristik
pasta gigi, meliputi aroma, manfaat maupun hasil pemakaian.
3. Persepsi
iklan
Persepsi
iklan adalah persepsi yang diberikan konsumen tentang cara produk mempengaruhi
konsumen agar tertarik untuk membeli produk melalui pesan iklan, bintang iklan,
maupun tema iklan. Iklan yang dipilih adalah iklan pasta gigi
4. Saluran
distribusi
Saluran
distribusi dalam penelitian ini tidak dimunculkan karena pasta gigi Pepsodent
mudah diperoleh melalui pasar, warung, toko, dan supermarket.
Di
samping mengembangkan produk content sebagai bagian produk life cycle strategi,
juga terus melakukan inovasi dalam kemasan, rasa, warna, bentuk, ukuran dan
merancang produknya sesuai dengan segmentasi pasarnya yakni dewasa dan
anak-anak. Kemasannya di buat dari plastik lentur dan tutup yang lebih adaptif
setelah sebelumnya dari aluminium dan tutup lepas. Rasanya dibagi sesuai dengan
cita rasa buah-buahan atau rasa mint.
Manfaat Pemberian Merk :
1. Memudahkan penjual
memproses pesanan dan menelusuri masalah terhadap suatu produk.
2. Memberikan perlindungan
hokum atas suatu produk
3. Memberikan kesempatan
(menarik pelanggan setia)
4. Membantu penjual dalam
melakukan segmentasi pasar
5. Membangun citra
perusahaan dan memudahkan perusahaan untuk meluncurkan merk baru.
Pengemasan dan Pelabelan :
Pengemasan atau Kemasan adalah kegiatan yang dulakukan
suatu perusahaan dimana terdiri dari kegiatan pembungkusan satu produk.
Tujuannya untuk melindungi produk tersebut, menarik konsumen, membedakan antara
produk yang satu dengan yang lain, memberikan image suatu perusahaan terhadap
merk tersebut.
Pelabelan adalah informasi produsen terhadap suatu produk
yang berupa tempelan sederhana pada produk atau gambar yang dirancang.
Tujuannya untuk mempromosikan produk, Menjelaskan suatu produk, menentukan
kelas produk, Mengidentifikasikan produk/merk. Label diwajibkan mencantumkan
Tanggal kadaluarsa, Komposisi, Cara penggunaan, Presentasi dari bahan utama,
Nama merk, Nama perusahaan dan Alamat perusahaan.
KESIMPULAN
Untuk mempertahankan sebuah produk, kita memerlukan strategi pemasaran yang tepat. Untuk itu diperlukan informasi yang selengkap-lengkapnya mengenai keberadaan pasar secara rinci sehingga mempermudah pengambilan keputusan strategi mana yang akan di ambil.
SARAN
Oleh karena itu, kami memperkenalkan konsep pemasaran yang lebih maju, yang diharapkan dapat memenuhi persyaratan teoritis maupun praktis. Konsep ini dinamakan konsep pemasaran strategis yang menjelaskan bahwa perusahaan harus memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus mencapai keunggulan daya saing berkelanjutan. Konsep pemasaran tersebut terdiri dari 4 cagak, yaitu :
Untuk mempertahankan sebuah produk, kita memerlukan strategi pemasaran yang tepat. Untuk itu diperlukan informasi yang selengkap-lengkapnya mengenai keberadaan pasar secara rinci sehingga mempermudah pengambilan keputusan strategi mana yang akan di ambil.
SARAN
Oleh karena itu, kami memperkenalkan konsep pemasaran yang lebih maju, yang diharapkan dapat memenuhi persyaratan teoritis maupun praktis. Konsep ini dinamakan konsep pemasaran strategis yang menjelaskan bahwa perusahaan harus memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus mencapai keunggulan daya saing berkelanjutan. Konsep pemasaran tersebut terdiri dari 4 cagak, yaitu :
1.Fokus pada pasar
2. Orientasi pelanggan
3. Orientasi pesaing
4. Koordinasi antara fungsi dengan tujuan untuk mencapai kemampuan berlaba jangka panjang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar