BAB I
Ruang Lingkup Bisnis
1.1 Pengertian Bisnis
Menurut Mahmud Machfoedz bisnis
adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang
terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi barang atau menjual
jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen pada tingkat keuntungan tertentu.
1.2 Jenis-Jenis Bisnis
1.
Monopsoniadalah keadaan dimana satu
pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas
barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni sering terjadi
didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi
tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Perlu diteliti lebih jauh
dampak fenomena ini, apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan Monopsoni
sehingga tingkat kesejahteraan petani berpengaruh.Contohnya : hanya ada satu
perusahaan yang menangani kereta api di Indonesia yaitu, PT.KAI
2. Monopoli(dari bahasa Yunani:
monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar
di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada
pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai
"monopolis".Sebagai penentu harga (price-maker),
seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan
jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi,
semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian,
penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila
penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha
mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih
buruk lagi— mencarinya di pasar gelap
3. Oligopoli adalah
adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa
perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari
sepuluh.Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai
bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka
dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka.Sehingga semua usaha
promosi, iklan,
pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan
untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.Praktek oligopoli umumnya
dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan
potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan
oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat
maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas,
sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan
praktek oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoli umumnya
terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang
tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
4.
Oligopsoni, adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai
penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam
suatu pasar komoditas.
1.3 Tujuan Kebijakan Bisnis
- Melindungi usaha kecil dan menengah.
Kebijakan
bisnis dibuat untuk melindungi usaha kecil dan menengah, karena mayoritas
bisnis di Negara kita ini di dominasi oleh usaha-usaha menengah ke
atas.Kebijakan ini berguna u ntuk mencegah usaha kecil tersingkir dan tidak
mempunyai lahan atau wilayah berusaha.Padahal justru usaha kecil ini yang perlu
dikembangkan sehingga bisa menjadi lebih besar dan mempunnyai daya saing.
- Melindungi lingkungan hidup sekitarnya.
Melakukan
bisnis atau usaha di Negara kita ini memiliki aturan, dan itu diharuskan.
Aturan tersebut antara lain adalah tujuannya untuk tidak merusak atau memberi
dampak negative kepada lingkungan hidup sekitar wilayah tempat usaha
tersebut.Tidak dibenarkan jika membuang limbah ke tempat yang dimanfaatkan oleh
penduduk sekitar, seperti sungai. Dengan adanya kebijakan ini, maka para
pebisnis juga akan meminimalisasikan dampak negative yang nantinya akan
berimbas kepada penduduk dan lingkungan hidup sekitarnya.
- Melindungi konsumen.
Bisnis
yang baik adalah usaha bisnis yang mementingkan pelayanan kepada
konsumen.Konsumen adalah raja yang perlu dilindungi.Konsumen jangan sampai
dirugikan atau dikecewakan oleh karena mengkonsumsi jasa atau barang yang
diproduksi dari para pebisnis tersebut.Segala yang diberikan kepada konsumen
haruslah yang terbaik dan pelayannya pun harus prima. Jika konsumen merasa
dilindungi dan mendapatkan yang terbaik dari para pebisnis tersebut, konsumen
tidak segan-segan bekerja sama kembali.
- Pendapatan pemerintah.
Banyaknya
bisnis yang beroperasi di Negara kita ini tentunya juga memberikan keuntungan
bagi Negara kita juga.Bisnis yang beroperassi memiliki kewajiban untuk membayar
pajak kepada pemerintah. Inilah yang sering kita sebut dengan devisa. Semakin
banyak untung/laba yang diperoleh suatu uasaha bisnis, semakin besar pula ia
harus membayar pajak Negara demikian sebaliknya. Devisa yang diperoleh tersebut
digunakan lagi oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan di tiap-tiap wilayah
di Negara kita ini. Namun sering terjadi penyelewengan terhadap uang yang
seharusnya menjadi hak rakyat ini ( korupsi ).
1.4 Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
- Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
- Ø Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.
- Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusa
1.5 Unsur-Unsur Penting Dalam Aktivitas Ekonomi
• Manusia
• Modal
• Material
• Metode
• Manajerial
• Mesin/Peralatan
1.6 Hakikat Bisnis
Adalah Kebutuhan Manusia yang berupa barang dan jasa yang
harus terpenuhi kebutuhannya dengan usaha mendapatkan alat pembayarannya yaitu
uang atau tukar-menukar barang (barter) yang saling menguntungkan antar kedua
belah pihak.Seorang
bisnisman atau wirausahawan akan melihat kebutuhan masyarakat
lingkungannya.Upaya ini merupakan proses mengidentifikasipotensi bsnis, bahkan
dalam hal ini biasanya diikuti dengan perkiraan atau antisipasi atas
pertumbuhan potensi pasar tersebut di masa datang. Disamping itu juga akan
memperhitungkan adanya persaingan yang timbul dari pengusaha lain yang juga
bergerak dalam melayani kebutuhan pasar yang sejenis. Disisi lain pengusaha
haruslah memikirkan tersedianya sumber daya serta sumber dana besrta dengan
cara yang sebaik-baiknya guna melayani kebutuhan pasar tersebut dengan
memproduksikan dan menyajikan barang dan jasa yang dihasilkan itu kepada
masyarakat, kelebihan hasil di ongkosnya itulah yang merupakan laba atau
keuntungan
1.7 MENGAPA HARUS BELAJAR BISNIS
- Pengaruh kuat bisnis dalam kehidupan sehari hari
- Pilihan karir atau profesi
Bab 2
Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan
2.1 Pengertian Perusahaan
Pengertian
atau definisi Perusahaan ialah suatu tempat untuk melakukan kegiatan
proses produksi barang atau jasa. Hal ini disebabkan karena ‘ kebutuhan
‘ manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah ‘ proses
‘ di suatu tempat, sehingga inti dari perusahaan ialah ‘ tempat
melakukan proses ‘ sampai bisa langsung digunakan oleh manusia.Untuk
menghasilkan barang siap konsumsi, perusahaan memerlukan bahan – bahan dan
faktor pendukung lainnya, seperti bahan baku, bahan pembantu, peralatan dan
tenaga kerja. Untuk memperoleh bahan baku dan bahan pembantu serta tenaga kerja
dikeluarkan sejumlah biaya yang disebut biaya produksi.
Hasil
dari kegiatan produksi adalah barang atau jasa, barang atau jasa inilah yang
akan dijual untuk memperoleh kembali biaya yang dikeluarkan. Jika hasil
penjualan barang atau jasa lebih besar dari biaya yang dikeluarkan maka
perusahaan tersebut memperoleh keuntungan dan sebalik jika hasil jumlah hasil
penjualan barang atau jasa lebih kecil dari jumlah biaya yang dikeluarkan maka
perusaahaan tersebut akan mengalami kerugian. Dengan demikian dalam
menghasilkan barang perusahaan menggabungkan beberapa faktor produksi untuk
mencapi tujuan yaitu keuntungan.
Perusahaan
merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa.
Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang
menggabungkan faktor – faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan yaitu mencari
keuntungan.Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada perusahaan disebut
pengusaha, para pengusaha berusaha dibidang usaha yang beragam.
2.2 Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan
Pengertian / Definisi Lokasi Perusahaan
Lokasi Perusahaan adalah suatu
tempat di mana perusahaan itu malakukan kegiatan fisik. Kedudukan perusahaan
dapat berbeda dengan lokasi perusahaan, karena kedudukan perusahaan adalah
kantor pusat dari kegiatan fisik perusahaan. Contoh bentuk lokasi perusahaan
adalah pabrik tempat memproduksi barang.
Macam-macam faktor penentu pemilihan lokasi industri adalah:
- Letak dari sumber bahan mentah untuk produksi
- Letak dari pasar konsumen
- Ketersediaan tenaga kerja
- Ketersediaan pengangkutan atau transportasi
- Ketersediaan energi
Jenis-Jenis Lokasi Perusahaan
1.
Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah
Lokasi ini sudah ditetapkan dan
tidak bisa seenaknya membangun perusahaan di luar lokasi yang telah
ditentukan.Contohnya adalah seperti kawasan industri cikarang, pulo gadung, dan
lain sebagainya.
2. Lokasi perusahaan yang
mengikuti sejarahLokasi perusahaan yang dipilih biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis.Misalnya seperti membangun perusahaan udang di cirebon yang merupakan kota udang atau membangun usaha pendidikan di yogyakarta yang telah terkenal sebagai kota pelajar.
Lokasi perusahaan yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah dipilihkan oleh alam. Contoh : Tambang emas di cikotok, tambang aspal di buton, tambang gas alam di bontang kaltim, dan lain sebagainya.
4. Lokasi perusahaan yang mengikuti oleh faktor-faktor ekonomi
Pada umumnya jenis perusahaan ini bersifat industri. Disini ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan letak perusahaan:
- Dekat dengan bahan baku
- Dekat dengan pasar
- Dekat dengan pemasok tenaga kerja
- Dekat dengan penyedia sumber tenaga/energi
- Iklim
- Ongkos trnsport
- Besarnya suplai modal
Secara umum terdapat 2 macam cara untuk menentukan lokasi perusahaan yaitu :
1.
Cara
kualitatif
Dengan cara ini diadakan penilaian secara
kualitatif terhadap faktor-faktor yang dianggap relevan atau memegang peranan
pada setiap pilihan lokasi.
2. Cara kuantitatifDengan cara ini hasil analisis kualitatif dikuantifikasikan dengan cara memberikan skor ( nilai ) pada masing – masing kriteria. Sedangkan menurut teori Alfred Weber,dalam teorinya mengemukakan ada dua faktor yang mempengaruhi penetapan lokasi perusahaan,yaitu :
- Biaya pengangkutan
- Biaya tenaga kerja
2.3 Perusahaan dan Lembaga Sosial
Tujuan Pendirian Perusahaandibedakan menjadi dua yaitu:a. Tujuan ekonomis
Berkenaan
dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya.
Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif).
b. Tujuan sosialContoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif).
Perusahaan
memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, faktor-faktor produksi,
maupun masyarakat luas.Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai
tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen
ataupun pelanggan.
Perusahaan sebagai suatu sistem
Sistem adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah suatu sistem karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat,maupun tanggung jawab sosial.
a. Kepada pemilik modal : Pengelolaan keuangan dan kemajuan perusahaan.
b. Kepada lembaga peneliti : Membantu pendanaan.
c. Kepada pekerja : membayar gaji dan memenuhi fasilitas kerja.
d. Kepada konsumen : menyediakan barang dan jasa yang bagus.
e. Kepada pemerintah : membayar pajak.
Sifat sistem Perusahaan
Sifat sistem perusahaan adalah:
a. Kompleks.
b. Sebagai suatu kesatuan / unit.
c. Sifatnya beragam.
d. Saling tergantung.
e. Dinamis.
Fungsi-Fungsi Perusahaan
Ada dua fungsi perusahaan apabila kedua fungsi tersebut dijalankan dengan lancer, terkoordinir, terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Fungsi tersebut adalah:
a. Fungsi Operasi
Pembelian
dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan,
akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasi dan komunikasi,
pelayanan umum dan untuk fungsi operasi penunjang.
b. Fungsi ManajemenPerencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengendalian. Bila keduanya berjalan dengan baik perusahaan akan menjalankan operasinya dengan lancer, terkoordinasi, terintegrasidalam rangka mencapai tujuan.
Ciri-ciri perusahaan
Ciri- ciri perusahaan mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali.
Ciri-ciri umumnya adalah:
1. Operatif: adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa.
2. Koordinatif: diperlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
3. Regular: untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.
4. Dinamis: lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
5. Formal: tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian.
6. Lokasi: perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
7. Pelayanan Bersyarat: keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
2.4 Berbagai Macam Lingkungan Perusahaan dan Pengaruhnya Terhadap Perusahaan
Setiap perusahaan, baik yang berskala besar,
menengah, maupun kecil akan berinteraksi dengan lingkungan di mana perusahaan
tersebut berada. Lingkungan itu sendiri selalu mengalami perubahan-perubahan
yang begitu cepat.Dengan demikian perusahaan yang bisa bertahan hidup adalah
perusahaan yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Sebaliknya,
perusahaan akan mengalami masa kehancuran apabila perusahaan tersebut tidak
memperhatikan perkembangan dan perubahan lingkungan di sekitarnya. Lingkungan
perusahaan (Business environment) dapat diartikan sebagai kekuatan-kekuatan
yang mempengaruhi, baik secara langung maupun tidak langsung terhadap kinerja
perusahaan. Pengertian lain tentang lingkungan diungkapkan oleh Robbins dan
Coulter (1999) bahwa lingkungan merujuk pada lembaga-lembaga atau
kekuatan-kekuatan yang berada di luar perusahaan tersebut dan secara potensial
mempengaruhi kinerja perusahaan.
Keberhasilan perusahaan untuk bertahan dan
berkembang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor yang bisa dikontrol
oleh perusahaan maupun yang tidak.Oleh karena itu, prestasi perusahaan
merupakan fungsi variabel yang bisa dikontrol seperti strategi dal lingkungan
perusahaan sebagai variabel yang tidak terkontol (Kim & Lim, 1986).
Para ahli mengelompokkan lingkungan perusahaan ke
dalam dua jenis, yaitu lingkungan langsung dan lingkungan tidak
langsung.Penulis lainnya membagi lingkungan perusahaan menjadi dua bagian,
yaitu lingkungan makro (macroenvironment) dengan lingkungan mikro
(mikroenvironment).
Porter (1980) mengemukakan bahwa lingkungan
bisnis dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu lingkungan eksternal dan
internal.
A. Lingkungan eksternalLingkungan eksternal menjadi dua kategori,yaitu:
1. Lingkungan umum
Lingkungan umum merupakan lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja perusahaan dan hamper semua perusahaan dipengaruhi oleh faktor tersebut.
Komponen-komponen dari lingkungan umum tersebut meliputi:
- Demografi
- Ekonomi
- Alam
- Teknologi
- Politik
- Sosial dan budaya
Porter
(1980) mengemukakan bahwa aspek lingkungan industri akan lebih mengarah pada
aspek persaingan di mana perusahaan berada. Hal ini mengakibatkan faktor-faktor
yang mempengaruhi kondisi persaingan, seperti ancaman-ancaman dan
kekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk kondisi persaingan itu
sendiri menjadi sangat perlu untuk dianalisis. Porter mengemukakan suatu konsep
competitive strategy yang menganalisis persaingan bisnis berdasarkan lima aspek
dan satu aspek pelengkap.
Keenam aspek atau variabel yang membentuk model untuk strategi bersaing
tersebut di atas, adalah:- Ancaman masuk pendatang baru
- Persaingan sesama perusahaan dalam industri
- Ancaman dari produk pengganti
- Kekuatan tawar pembeli
- Kekuatan tawar pemasok
- Pengaruh kekuatan pemegang saham (stakeholder) lainnya
B. Lingkungan internal
Lingkungan
internal perusahaan merupakan kekuatan-kekuatan yang ada dalam perusahaan itu
sendiri dan sifatnya dapat dikontrol oleh
perusahaan.Lingkungan internal berpengaruh secara langsung terhadap kompetensi
atau kinerja dari sebuah perusahaan.Kekuatan-kekuatan yang ada di dalam
lingkungan internal tersebut meliputi; pekerja dewan komisaris dan pemegang
saham.
Tom
Peters dan Robert Waterman (dalam, Pearce and Robinson:1996), mengidentifikasi
faktor-faktor kunci yang digunakan untuk menjelaskan kinerja dari sebuah
perusahaan. Kerangka itu dikenal sebagai Kerangka 7-S McKinsey.Kerangka
tersebut memberikan visualisasi yang bermanfaat mengenai komponen kunci yang
harus diperhatikan para manager atau pengbisnis dalam menjalankan dan
menggembangkan bisnisnya.Kerangka McKinsey menyarankan agar manager atau
pengbisnis memusatkan perhatian pada ketujuh komponen untuk memastikan
pelaksanaan perusahaan yang efektif. Ketujuh komponen tersebut meliputi :
- Struktur
- Strategi
- Sistem
- Gaya kepemimpinan
- Staf atau karyawan
- Budaya perusahaan
- Nilai bersama (kultur)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar